Kata Pak Jokowi
pendidikan bukan hanya milik orang-orang kaya dan berduit. Tetapi milik mereka
yang punya semangat dan kemauan keras untuk belajar. Banyak orang bilang
pendidikan itu mahal. Tapi setelah aku menelah baik-baik, ternyata apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi tersebut
memang benar. Jika yang menjadi kendala adalah uang, tentu saja uang bisa
dicari. Tergantung bagaimana usaha yang kita lakukan dan upaya kita dalam
memprioritaskan pentingnya pendidikan bagi diri kita. Banyak yang harus putus
sekolah, terutama dari golongan orang-orang miskin. Padahal pendidikan itu
adalah pemutus rantai kemiskinan. Jika orang-orang miskin harus putus sekolah,
tentu selamanya mereka akan tetap jadi orang miskin. Sebab itulah orang-orang miskin
juga harus sekolah agar mereka mampu merubah nasib mereka. Bukankah pemerintah
juga sudah banyak memberikan progam sekolah gratis. Apalagi sekarang kan juga
sudah banyak beasiswa-beasiswa. Nah, semua itu semakin menguatkan niat aku
untuk melajutkan ke perguruan tinggi.
Kesalahanku adalah,
mengapa dulu aku menyia-nyiakan kesempatan begitu saja. Orangtuaku bersusah
payah menyekolahkan aku, tapi aku malah tak pernah serius dalam belajar. Bahkan
terkadang aku masih saja mengeluh. Sementara di luar sana banyak sekali yang
tak berkesempatan sepertiku. Aku melihat semangat anak-anak yang tinggal di
tempat terpencil, mereka harus berjuang berjalan kaki selama berjam-jam. Mereka
harus naik turun gunung, menyebrangi sungai-sungai hanya demi untuk bisa bersekolah.
Sungguh betapa pentingnya pendidikan bagi mereka, sehingga merekapun harus
berjung keras.
Banyak pula
teman-temanku yang berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan
tinggi. Aku pun tersadar. Sebenarnya aku juga mampu seperti mereka. Hanya saja
aku yang tak mau lebih berusaha lagi.
Awalnya aku mungkin putus asa untuk bisa melanjutkan kuliah. Mengingat
orangtuaku yang tak punya biaya untuk menguliahkanku. Tapi aku mencoba berfikir
ulang. Haruskah aku mengubur begitu saja mimpi-mimpi indah yang selama ini
sudah ku rangkai ? Tidak.. Aku harus menggapainya. Menjadi psikolog adalah cita-citaku. Untuk
saat ini biarlah aku bekerja lebih dulu. InsyaAllah bila masih diberi umur
panjang, tahun 2017 aku harus sudah kuliah. Yap, mungkin sudah terlambat. Tapi
lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tidak ada kata terlambat atau
terlalu tua untuk menuntut ilmu. Sepanjang usia kita, kita dituntut untuk terus
mencari ilmu.
Saat ini mungkin
teman-temanku sudah bisa beli ini beli itu, tapi aku tak perlu iri pada mereka.
Aku lebih memiilih menabungkan sebagian gajiku untuk biaya kuliah nanti. Nabung. . .nabung. . . ayo
nabung. . . :D Sembari aku bekerja dan mengumpulkan uang untuk kuliah, aku juga
memanfaatkan waktu luangku untuk belajar. Yap, untuk bisa masuk ke PTN impianku
bukanlah hal yang mudah. Apalagi aku ini adalah peralihan dari anak SMK yang ingin masuk ke prodi IPS. Tentu
harus berjuang lebih keras bukan ? Harapanku untuk bisa kuliah di fakultas
psikolog sangatlah tinggi. Bukan hanya gelar semata yang ingin aku cari. Tapi
aku ingin menerapkan ilmu yang aku dapat nantinya untuk masyarakat. Aku ingin menjadi orang yang hidup
bukan hanya sekedar hidup. Tetapi aku ingin, hidupku menjadi bermanfaat bagi
orang lain. So, semangat nabung. . . semangat belajar. . ..
Bismillah, Psikolog 2017 !!!!!! InsyaAllah :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar