Aku rindu suasana rumah yang dulu. Aku rindu ketika keluargaku masih
lengkap. Ketika semua begitu cepat berlalu. Ketika semua sudah tak lagi seperti
dulu. :'(
Dulu, aku juga pernah sempat jauh dari ibu cukup lama. Tepatnya saat
aku sedang menjalani tugas PRAKERIN dari sekolah. Tapi ketika aku merindukann
ibuku, aku masih bisa mendengar suaranya meskipun hanya lewat telepon.
Aku masih bisa pulang untuk menemuinya. Tapi kini berbeda. Sudah tak
lagi bisa aku mendengar suaranya. Mungkin
aku masih dapat menemuinya, tapi hanya sebatas lewat namanya yang terukir rapi
di atas batu. Ibu. . . mengapa kini kau tak lagi hadir dalam mimpiku. Padahal
aku sangat merindukanmu ibu.
Ibu. . . maafkan aku. Selama hidupmu aku seringkali membuatmu kecewa, terluka,
bahkan hingga menangis. Aku memang anak yang durhaka ibu. Aku bukan anak yang
baik untukmu ibu. Aku bodoh telah menyia-nyiakan harta yang paling berharga
dalam hidupku. Aku ingat dulu aku pernah berkata “Aku ingin sukses, agar bisa
membahagiakan ibuku.” Tapi nyatanya apa ? kau lebih dulu tiada sebelum aku bisa
memberimu apa-apa. Kini aku sadar, ternyata untuk membahagiakan seorang ibu tak
perlu harus menunggu untuk sukses lebih dulu. Mengapa tidak dari dulu aku
berusaha menjadi anak yang baik agar bisa membahagiakanmu. Tapi penyesalanpun
tiada artinya. Hingga sampai berderai-derai air mataku sekalipun juga tak kan
mampu mengembalikanmu hidup lagi di dunia ini.
Ibu. . . dalam hati aku pengen ibu masih di sini dan mendampingi aku
ketika aku sedang berjuang seperti saat
ini. Dalam hati aku pengen ketika aku menikah nanti masih ada ibu. Aku pengen ketika
aku punya anak nanti, anakku masih bisa melihat neneknya. Namun, apalah daya
jika ini sudah menjadi jalaan takdirNya.
Ibu. . . hanya doa yang bisa aku berikan untukmu. Semoga kau mendapat
tempat terbaik di sisiNya. Semoga surga menjadi milikmu ibu. Aku akan terus
memohon kepada Allah, semoga bila ajal menjemputku, kita akan bertemu dan
dipersatukan lagi di jannahNya. Aku akan melanjutkan perjalananku ibu. Aku
yakin kau masih tetap selalu menjagaku dari sana. Ibu. . . kau lah semangatku.
Aku mencintaimu Ibu :-* :-* :-* <3 <3 <3
Anandamu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar