Saya berkali-kali mengatakan,
ilmu tidak hanya didapat dari pendidikan formal saja. Ilmu bisa kita dapat dari
mana saja. Tempat untuk menuntut ilmu bukan hanya di sekolah, di kampus, di
lembaga pendidikan informal atau semacamnya. Tapi, kita juga bisa belajar
banyak hal di mana saja. Itulah yang membuat saya termotivasi untuk terus
belajar. Jujur, meskipun kuliah adalah cita-cita saya, tapi saat ini saya belum
berkesempatan akan hal itu. Ya. . . kan nasib orang berbeda-beda. Ada yang setelah
lulus SMA langsung bisa kuliah, ada yang harus bekerja lebih dulu, bahkan ada
yang tidak berkesempatan untuk kuliah. Nah. . . termasuk yang manapun kalian,
tak ada alasan untuk tidak belajar.
Itu yang saya lakukan sekarang.
Meskipun saya sekarang bekerja, bukan berarti saya tidak tau apa-apa. Setiap
kali saya memiliki waktu luang atau hari libur, saya akan memanfaatkan waktu
tersebut untuk belajar. Kebetulan penghasilan saya juga pas-pasan, jadi tidak
memungkinkan kalau saya harus ikut bimbingan di lembaga-lembaga pendidikan informal
apalagi sampai memanggil guru privat. Lantas ??? Ya, saya belajar sendiri. Atau lebih dikenal dengan istilah belajar
otodidak.
Banyak cara untuk belajar secara
otodidak. Kita bisa membaca buku. Atau, sekarang semua kan serba mudah. Kita
bisa browsing-browsing di internet. Kita mau cari apa aja, mau nanya apa aja, pasti
google siap menjawabnya. Tapi saya biasanya lebih senang membaca buku daripada
browsing di internet. Ya mungkin karna minus mata saya sudah terlalu banyak,
jadi mata saya cepat lelah kalau harus terlalu lama menatap layar monitor atau
layar HP. Tapi juga banyak kok yang lebih suka browsing di internet. Ya, semua itu
kan tergantung diri masing-masing. Belajar itu tidak dibatasi oleh cara, waktu,
dan juga tempat.
Terkadang dalam keadaan yang
serba terbatas, kita dituntut untuk menjadi orang yang kreatif. Belajar secara
otodidak merupakan salah satu contohnya. Kenapa saya mengatakan belajar
otodidak itu kreatif ? Begini alasannya :
1. Meskipun tidak memiliki biaya untuk kuliah, untuk memanggil guru privat, atau mengikuti lembaga pendidikan informal, tetapi orang otodidak masih bisa belajar sendiri.
2. Belajar otodidak tidak menuntut untuk menjadi orang yang banyak bertanya. Setiap kali ada hal yang tidak dimengeti, orang yang belajar otodidak pasti berupaya mencari tau sendiri jawabannya.
3. Mereka yang belajar otodidak tidak membatasi ilmunya. Mereka sering kali mengkaitkan dan mengombinasikan ilmu yang mereka pelajari dengan ilmu lainnya.
4. Biasanya orang yang belajar otodidak, sembari ia belajar teori juga dibarengi dengan prakteknya. Tidak seperti mereka yang belajar dengan pembimbing. Mereka harus terlebih dahulu mempelajari teori yang dijelaskan oleh pembimbing, baru mempraktekkannya.
5. Rasa ingin tahu orang yang belajar otodidak itu sangat tinggi. Sedangkan rasa ingin tahu kan juga mempengaruhi kreatifitas. Jadi jelas kan kalau orang otodidak sudah pasti kreatif.
6. Dan masih banyak lagi alasan lainnya.
1. Meskipun tidak memiliki biaya untuk kuliah, untuk memanggil guru privat, atau mengikuti lembaga pendidikan informal, tetapi orang otodidak masih bisa belajar sendiri.
2. Belajar otodidak tidak menuntut untuk menjadi orang yang banyak bertanya. Setiap kali ada hal yang tidak dimengeti, orang yang belajar otodidak pasti berupaya mencari tau sendiri jawabannya.
3. Mereka yang belajar otodidak tidak membatasi ilmunya. Mereka sering kali mengkaitkan dan mengombinasikan ilmu yang mereka pelajari dengan ilmu lainnya.
4. Biasanya orang yang belajar otodidak, sembari ia belajar teori juga dibarengi dengan prakteknya. Tidak seperti mereka yang belajar dengan pembimbing. Mereka harus terlebih dahulu mempelajari teori yang dijelaskan oleh pembimbing, baru mempraktekkannya.
5. Rasa ingin tahu orang yang belajar otodidak itu sangat tinggi. Sedangkan rasa ingin tahu kan juga mempengaruhi kreatifitas. Jadi jelas kan kalau orang otodidak sudah pasti kreatif.
6. Dan masih banyak lagi alasan lainnya.
Yang terpenting dalam belajar
otodidak adalah, harus lebih banyak bersabar dan tidak mudah putus asa.
Bukannya apa, segala sesuatu yang memiliki kelebihan, pasti kan juga ada
kekurangannya. Nah, termasuk juga dengan belajar otodidak. Belajar otodidak
biasanya membutuhkan waktu yang cukup
lama. Itu alasan kenapa orang yang belajar otodidak harus memiliki kesabaran yang tinggi. Selain
itu, orang yang belajar otodidak
biasanya juga lebih banyak gagalnya. Ya makhlum sih, kan mereka harus belajar
sendiri tanpa pembimbing. Tapi, saran penulis buat yang mau belajar otodidak jangan
pernah menyerah ya. Percayalah, tiada usaha yang mengkhianati hasil. Semangatttt.
. . . :-)
Yang jadi masalah adalah
seringkali adanya diskriminatif. Orang yang belajar otodidak seringkali
dianggap orang yang ngawur. Ya mungkin
karena mereka belajar tanpa seorang
pembimbing. Seringkali juga orang yang belajar otodidak diremehkan
kemampuannya. Padahal, sekarang ini sudah banyak orang yang hebat dan berhasil
karena belajar otodidak. Pernah dengar kan orang yang tidak bergelar sarjanapun,
tapi berkat belajar otodidak ia bisa
menjadi seorang manajer, bos dan lain sebagainya. So, memang, orang yang
belajar otodidak kemampuannya sudah tidak bisa lagi diragukan.
Eitttssssss. . . jangan lupa
berdoa ya sebelum belajar. Allah Yuftah Alaikum :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar