Sabtu, 02 Januari 2016

Yukkk Berwirausaha !!!. . .




Bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar tidak selamanya menyenangkan. Seberapapun banyaknya gaji yang kita terima, tetap saja kita bekerja untuk orang lain. Terkadang kita sudah merasa puas dengan gaji besar yang kita peroleh. Sampai tak sadar jika kita sudah terjebak dalam zona nyaman. 

”Loh bukannya rasa puas itu menunjukkan jika kita bersyukur atas apa yang kita peroleh ? Kenapa kita harus menuntut lebih ? Itu kan artinya kita tidak mensyukurinya ?” Seringkali saya mendapat pertanyaan-pertanyaan kritikan seperti itu. Saya pun bisa mengerti, namanya opini pasti kan ada yang setuju juga ada yang tidak. Ya saya rasa, yang mengkritik seperti itu sebenarnya hanya salah persepsi saja. Bukannya saya ingin mengajak pembaca untuk tidak bersyukur. Tapi coba deh, kita sekarang berfikir tidak hanya secara matrealistis saja, tapi juga secara realistis. 

Untuk pembaca yang merasa bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang lain, mungkin sebagian besar dari kalian pernah tersilap pertanyaan-pertanyaan pada diri kalian sendiri. Misalnya : “Kenapa kok saya bekerja untuk orang lain terus ? Kapan ya saya bisa jadi bos ?” Ya tidak semuanya sih seperti itu Tapi saya yakin, pasti rata-rata seperti itu. Termasuk juga si penulis ini. 

Nahh, mulai sekarang kita harus bisa keluar dari zona nyaman. Jangan sampai kita terlena hanya karena gaji besar. Suatu keberhasilan yang kita capai hari ini, bukan berarti juga akan menjamin keberhasilan di hari esok. Sebab itulah kita juga harus memikirkan langkah kedepannya. Jangan karna sekarang kita sudah bekerja di perusahaan besar, lantas kita sudah merasa puas begitu saja. Apalagi sekarang susah nyari perusahaan yang mempekerjakan karyawannya secara tetap. Yang ada rata-rata perusahaan menggunakan sistem kontrak. Nah, bagaimana jika masa kontrak kalian sudah habis ? Apa yang kalian lakukan setelahnya ? Apa kalian ingin memerpanjang kontrak ? Atau kalian ingin melamar pekerjan lagi di perusahaan lain ? Mau sampai kapan akan seperti itu ? Mau sampai kapan terus menobatkan diri sebagai pencari kerja ? Apa tak lebih enak jika kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ? Kita mencurahkan seluruh tenaga kita untuk usaha kita sendiri tanpa harus dimonitor oleh orang lain. Pikirkan baik-baik ? :-D Itu alasan mengapa penulis mengajak pembaca untuk berwirausaha. 

Mengingat, semakin hari usia kita juga semakin tua. Bila dipikir secara logika, apakah perusahaan masih mau mempekerjakan orang yang sudah tua apalagi lanjut usia. Tentu tidak kan ? Nah, kalo kita berwirausaha kita kan punya pegangan penghasilan. Kita masih tetap mendapat penghasilan dari usaha kita sendiri. Ya mungkin uang yang kita peroleh dari berwirausaha tidak sebanyak gaji yang kita dapatkan saat bekerja di perusahaan besar. Kita juga tidak bisa langsung memperoleh penghasilan yang besar begitu saja. Ya namanya juga usaha, pasti tidak ada yang instant kan ? Para pengusaha besar saja mereka juga memulainya dari nol. Mereka juga melewati proses yang panjang untuk bisa seperti itu. 


Yuk…. Mulai sekarang kita tabung sebagian gaji kita untuk membuka usaha sendiri. Mari kita dukung pertumbuhan ekonomi mandiri di Negara kita sendiri. Mengingat sekarang juga sudah memasuki era #MEA2016. Nasib ada di tangan kita, memilih menjadi pemenang atau sekedar penonton saja. Jujur, saya miris karna banyak yang sudah terlena dengan gaji besar yang diperolehnya saat bekerja di perusahaan asing. Ingat ya, seenak-enaknya mendapat gaji besar tapi kita bekerja untuk orang , tetap saja lebih enak jika kita memiliki usaha sendiri. Kalau kata Pak Ir. Soekarno, Kita harus bisa berjalan di atas kaki sendiri. Ya seperti berwirausaha misalnya !! 

Yah… tapi semua pilihan tergantung kalian sendiri. Pemikiran setiap orang kan berbeda-beda. Lakukan apa yang menurutmu itu terbaik. Penulis hanya menyarankan untuk masa depan kalian. Ya dengan berwirausaha, seperti yang penuliis jelaskan panjang lebar tadi. Yes berwirausaha, mengapa tidak ?  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar